Sanggahan Terhadap Apologis Muslim Mengenai Usia Aisha: Difference between revisions

Jump to navigation Jump to search
[checked revision][checked revision]
Line 8: Line 8:
===Tujuan===
===Tujuan===


Argumen-argumen yang dilontarkan oleh para apologis muslim memberikan kesan yang keliru seakan-akan masalah usia nikah Aisha merupakan perdebatan yang sudah berlangsung lama dalam Islam, dan bahwa argumen-argumen tersebut valid atas penafsiran yang nantinya bisa membawa reformasi di dalam Islam umumnya. Jelasnya tidak demikian. Tidak ada yang bisa diperdebatkan soal penafsiran atas teks mengenai masalah umur Aisha. Ayat teks jelas-jelas mengatakan satu hal, dan hanya satu hal. Bagi mereka yang benar-benar telah membaca sumbernya, adalah tidak jujur untuk mengatakan sebaliknya. Berbohong mengenai apa yang dikatakan oleh sumber asli mungkin bisa efektif sebagai apologetika, tapi tidak ada gunanya apabila tujuannya adalah untuk mereformasi agama. Tidak ada satu pun ahli Islam sungguhan, seorang yang diterima di dunia muslim dan yang oleh umat muslim kebanyakan dianggap mewakili keyakinan mereka, yang mau mendukung argumen-argumen ini. Karena itu, satu-satunya tujuan mereka adalah untuk mengalihkan kritik-kritik valid terhadap suatu keyakinan yang terus-menerus menyebabkan jutaan gadis-gadis kecil dipaksakan ke dalam pernikahan pedofilia anak-anak oleh individu-individu, dan bahkan oleh negara-negara, di mana kesemuanya membenarkan tindakan tersebut dengan secara gamblang mengambil contoh hubungan suami-isteri antara Aisha  
Argumen-argumen yang dilontarkan oleh para apologis muslim memberikan kesan yang keliru seakan-akan masalah usia nikah Aisha merupakan perdebatan yang sudah berlangsung lama dalam Islam, dan bahwa argumen-argumen tersebut valid atas penafsiran yang nantinya bisa membawa reformasi di dalam Islam umumnya. Jelasnya tidak demikian. Tidak ada yang bisa diperdebatkan soal penafsiran atas teks mengenai masalah umur Aisha. Ayat teks jelas-jelas mengatakan satu hal, dan hanya satu hal. Bagi mereka yang benar-benar telah membaca sumbernya, adalah tidak jujur untuk mengatakan sebaliknya. Berbohong mengenai apa yang dikatakan oleh sumber asli mungkin bisa efektif sebagai dakwah, tapi tidak ada gunanya apabila tujuannya adalah untuk mereformasi agama. Tidak ada satu pun ahli Islam sungguhan, seorang yang diterima di dunia muslim dan yang oleh umat muslim kebanyakan dianggap mewakili keyakinan mereka, yang mau mendukung argumen-argumen ini. Karena itu, satu-satunya tujuan mereka adalah untuk mengalihkan kritik-kritik valid terhadap suatu keyakinan yang terus-menerus menyebabkan jutaan gadis-gadis kecil dipaksakan ke dalam pernikahan pedofilia anak-anak oleh individu-individu, dan bahkan oleh negara-negara, di mana kesemuanya membenarkan tindakan tersebut dengan secara gamblang mengambil contoh hubungan suami-isteri antara Aisha  
dengan Muhamad.
dengan Muhamad.


Editors, em-bypass-2, Reviewers
39

edits

Navigation menu